Senin, 18 Maret 2013

Fisika_Praktikum Gelas Ukur


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
             Pada Praktikum kali ini, Praktikan di wajibkan untuk mengenal dan mengetahui alat-alat yang di gunakan dalam laboratorium satuan operasi, hal ini di maksudkan agar praktikan tidak salah dalam penggunaan alat dan bahan di dalam laboratorium. Selain itu, dengan mengenal dan mengetahui nama, fungsi, dan cara kerja alat-alat laboratorium tersebut, kemungkinan salah dalam melakukan praktikum tersebut sangatlah kecil. Karena pemahaman tentang alat-alat praktikum tersebut telah dikuasai oleh praktikan.
Salah satunya adalah dengan menggunakan alat ukur praktikum yaitu gelas ukur. Gelas ukur merupakan salah satu alat ukur yang digunakan dalam praktikum fisika, gelas ukur adalah alat yang biasanya dipakai untuk mengukur takaran benda cair, bisa jaga untuk mengukur benda padat seperti tepung terigu, gula pasir, dan lain sebagainya. Gelas ukur berupa gelas tinggi dengan skala di sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Mempunyai fungsi untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu.

1.2.Tujuan Praktikum
Tujuan percobaan tentang gelas ukur ini adalah untuk mengetahui kegunaan atau manfaat gelas ukur serta cara penggunaannya dengan baik dan benar.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Gelas ukur adalah alat yang biasanya dipakai untuk mengukur takaran benda cair. Gelas ukur ini sering digunakan dalam dunia masak-memasak. Akan tetapi, gelas ukur juga dipakai dalam percobaan kimia di laboratorium. Untuk membedakannya, gelas ukur yang dipakai di laboratorium disebut dengan tabung kimia. Bentuk gelas ukur untuk memasak bentuknya lebih menyerupai gelas. Hanya saja, bentuk bagian atasnya lebih melebar dari bagian bawahnya. Sementara gelas ukur untuk percobaan kimia bentuknya lebih menyerupai tabung. Karena itulah, disebut dengan tabung kimia.Umumnya, gelas ukur terbuat dari bahan plastik dan gelas atau kaca. Selain bahan pembuat, bentuk gelas ukur saat ini juga lebih beragam. Bahkan, ada gelas ukur yang berbentuk seperti kepala telur, meski bahan pembuatnya berbeda-beda, kegunaannya masih tetap sama, yakni sebagai alat ukur.  Fungsi gelas ukur untuk memasak hampir sama dengan timbangan. Bedanya, gelas ukur dipakai untuk benda cair, sedangkan timbangan lebih sering digunakan untuk benda padat. Meski begitu, gelas ukur juga berguna untuk mengukur takaran benda padat. Benda padat yang dimaksud di sini adalah yang berbentuk bubuk. Misalnya gula, tepung, dan beras.Takaran bahan berbentuk bubuk di gelas ukur dan timbangan tak selalu sama. Bisa demikian karena dipengaruhi oleh kepadatan bendanya. Jadi, 1 gram tepung terigu di gelas ukur belum tentu sama bila diukur dengan timbangan. Walaupun berbeda, biasanya selisihnya takkan jauh. Untuk mendekati keakuratan penakaran bubuk pada gelas ukur, gunakan gelas ukur digital. Bentuk gelas ukur digital tak jauh beda dengan gelas ukur pada umumnya. Bedanya, gelas ukur digital dilengkapi perangkat teknologi canggih di bagian pegangannya. Jadi, jika benda cair atau bubuk dimasukkan ke dalamnya, di bagian pegangannya akan muncul angka takarannya. Cara ini tentu saja memudahkan pengguna serta memberi pengukuran yang lebih akurat.







BAB III
METODE PRAKTIKUM
3.1       Waktu dan Tempat
Praktikum mengenai kegunaan serta cara penggunaan gelas ukur ini berlangsung pada:
hari, tanggal    : Rabu, 21 November 2012
pukul               : 15.15 s.d. 17.00 WIB
tempat             : Laboratorium Teknologi Pertanian dan Terapan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

3.2       Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum tentang kegunaan serta cara penggunaan gelas ukur ini adalah gelas ukur, beaker glass, air, benang, dan bahan uji (benda yang terapung di air dan benda yang tenggelam di air).

3.3       Cara Kerja
Cara kerja dari praktikum mengenai kegunaan serta cara penggunaan gelas ukur ini adalah sebagai berikut:
a.       Mengambil sebuah gelas ukur dan mengamati skala yang tertera pada gelas ukur tersebut terutama mengenai skala maksimum dan skala nilai terkecil.
b.      Mengisi gelas ukur tersebut dengan air bersih hingga skala 20 ml lalu membaca dan  mencatat volume awal air tersebut.
c.       Bahan uji pertama (balok gabus) diikat, lalu dicelupkan ke dalam gelas ukur hingga balok gabus terendam. Kemudian membaca dan mencatat volume air sebelum bahan uji tersebut diangkat.
d.      Mengangkat balok gabus tersebut, lalu membaca dan mencatat volume akhir setelah balok gabus tersebut diangkat.
e.       Mengulangi kegiatan a sampai dengan d dengan menggunakan bahan uji kedua yaitu bahan yang mudah tenggelam dalam hal ini menggunakan tutup pulpen.
f.       Mencatat hasil volume awal, volume ketika bahan uji berada dalam gelas ukur, dan volume setelah bahan uji diangkat dari kedua bahan uji tersebut.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1       Hasil Percobaan
            Hasil percobaan dari praktikum diatas adalah sebagai berikut:
           
Percobaan
Bahan Uji
Volume Awal (ml)
Volume ketika benda dalam gelas ukur (ml)
Volume Akhir (ml)
I
Balok Gabus
20
21
19,5
II
Tutup Pulpen
60
63
60

4.2       Pembahasan
Dari percobaan yang telah lakukan menunjukkan bahwa benda yang dimasukkan ke dalam air dapat mempengaruhi volume awal dari air tersebut. Seperti percobaan pada balok gabus. Pada percobaan tersebut volume awal air berkurang. Pengurangan tersebut dikarenakan air diserap oleh balok gabus. selisih antara volume akhir dan volume awal air menunjukkan volume dari balok gabus tersebut. Sedangkan pada percobaan menggunakan tutup pulpen (benda tenggelam) tidak mengurangi volume awal air karena benda tersebut tidak dapat  menyerap air. Namun, volume awal air bertambah ketika benda tersebut tenggelam atau masih ada di dalam gelas ukur. Selisih antara volume air ketika benda berada di dalam gelas ukur dan volume awal air menunjukkan volume dari benda (tutup pulpen) tersebut.kami










BAB V
KESIMPULAN
Dari percobaan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume air atau larutan. Tingkat keakuratan gelas ukur  dalam mengukur volume larutan jauh lebih baik dibandingkan dengan beaker glass. Hal tersebut dikarenakan diameter gelas ukur tersebut lebih kecil dibandingkan dengan beaker glass. Untuk mengetahui volume benda, dapat dilakukan dengan memasukkan benda tersebut ke dalam air yang ada di dalam gelas ukur, dan selisih volume akhir dan volume awal air tersebut merupakan volume benda yang dimasukkan. Perubahan volume air juga dipengaruhi benda yang dimasukkan ke dalam air yang berada dalam gelas ukur tersebut. Terutama benda yang dapat menyerap air seperti tisu, balok gabus, kapas, dan lain-lain.






















DAFTAR PUSTAKA

Citra. 2011. Kegunaan Gelas Ukur. http://wong168.wordpress.com .(diakses 25 November 2012)
No name. 2011. Gelas Ukur dan Fungsinya. http://www.berani.co.id (diakses 25 November 2012)
Putra, Yuhelsa. Modul Praktikum Fisika Dasar. Fakultas Pertanian Universitas Sultan Sagenmg Tirtayasa.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar