Senin, 18 Maret 2013

Pengantar Ilmu Pertanian _ Ikan Tuna


BAB I
PENDAHULUAN
A.        Latar Belakang
Potensi perikanan laut Indonesia yang terdiri atas potensi perikanan pelagis dan demersal tersebar pada hampir semua bagian perairan laut Indonesia seperti pada perairan laut teritorial, nusantara dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Luas perairan laut Indonesia diperkirakan sebesar 5,8 juta km2 dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Canada yaitu 81.000 km2 dan gugusan pulau-pulau sebanyak 17.808 buah pulau.
Dikemukakan oleh Dahuri (2009) bahwa sumberdaya perikanan merupakan milik bersama, sehingga dalam pengelolaannya tidak dapat dimiliki secara perorangan, menyebabkan semua lapisan masyarakat berhak untuk memanfaatkan dan akibatnya dapat menimbulkan berbagai macam persaingan. Salah satu produksi ikan yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi yaitu ikan tuna. Perikanan tuna di Indonesia menunjang sekitar 1,67 % dari total produksi ikan laut Indonesia dalam periode 1971-1981, kegiatan ini telah berkembang terutama di perairan Indonesia bagian timur (Suhendra dan Subani, 1988 dalam Titihalawa, 2001).`
B.        Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belkang tersebut, maka kami merumuskan masalah sebagai berikut:
a.       Bagaimana morfologi dari ikan tuna?
b.      Apa saja jenis-jenis dari ikan tuna?
c.       Bagaimana cara membudidayakan ikan tuna?
d.      Apa saja kandungan yang ada pada ikan tuna?
e.       Dimana habitat ikan tuna?
f.       Apa saja manfaat dari ikan tuna?


BAB II
IKAN TUNA
Salah satu jenis tuna yaitu Tuna Gigi Anjing
 
  1. Klasifikasi Ikan Tuna
Klasifikasi ikan tuna menurut Saanin (1984) adalah sebagai berikut :
Phylum            : Chordata
Sub phylum     : Vertebrata
Kelas               : Teleostei
Sub kelas         : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Sub ordo         : Scombridae
Genus              : Thunnus
Spesies            : Thunnus alalunga(albacore)
                          Thunnus alabacore (yellowfin)
                          Thunnus obesus (big eye)
B.     Morfologi Ikan  Tuna
Tuna adalah ikan laut yang terdiri dari beberapa spesies dari fanili Scombridae, terutama genus Thunnus. Tubuh ikan tuna bagian atas berwarna hitam kebiruan mengkilat dan bagian bawah berwarna putih perak. Sirip punggung pertama  sedikit keabuan dengan warna kuning terpendam, pinggiran atas warna kegelapan, sirip punggung kedua dan dubur berwarna gelap kekuningan, batas belakang sirip ekor berwana keputihan.  Ikan ini adalah perenang handal (± 77 Km/jam). Tidak seperti kebanyakan ikan yang memiliki daging  berwarna putih, daging tuna berwarna merah muda sampai merah tua. Hal ini karena otot tuna lebih banyak mengandung myoglobin daripada ikan lainnya. Tuna memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan torpedo, disebut fusiform, sedikit memipih di sisi-sisinya dengan moncong meruncing. Memiliki dua sirip punggung (dorsal). Sirip punggung pertama berukuran relatif kecil dan terpisah dari sirip punggung kedua. Di belakang sirip punggung dan sirip dubur (anal) terdapat sederetan sirip-sirip kecil tambahan yang disebut finlet. Sirip ekor bercagak dengan jari-jari penyokong menutup seluruh ujung hipural. Di kedua sisi batang ekor masing-masing terdapat dua lunas samping berukuran kecil, yang pada beberapa spesiesnya mengapit satu lunas samping yang lebih besar. Tubuhnya kebanyakan dengan wilayah barut badan (corselet), yakni bagian di belakang kepala dan disekitar sirip dada yang ditutupi oleh sisik-sisik yang tebal dan agak besar.
Tuna memiliki tulang belakang (vertebrae) antara 31-66 buah. Tuna juga mampu menjaga suhu tubuh lebih tinggi daripada suhu lingkungan.  Hal tersebut terjadi dapat dilakukan dengan cara menghasilkan panas melalui proses metabolisme. Retemirabile, jalinan pembuluh vena dan arteri yang ada di pinggiran tubuh, memindahkan panas dari darah vena ke darah arteri. Hal ini mengurangi pendinginan permukaan tubuh dan menjaga otot tetap hangat sehingga tuna mampu berenang lebih cepat dengan energi yang lebih sedikit.
C.     Jenis-jenis Ikan Tuna
Jenis-jenis ikan tuna yaitu sebagai berikut:
1)      TunaSiripBiru
Nama Lain            :Bluefin Tuna, Giant Tuna, Horse Mackerel
Jenis          :Thunnusthynnus
Ukuran      :Umumnya 100-300 kg, kadang mencapai 450 kg
Karakter    :Petarung yang tangguh dilaut dalam. Diantara keluarga Tuna, Tuna Sirip Biru adalah yang terbesar dan petarung yang paling tangguh dikarenakan ukurannya yang sangat besar.
2)      Tuna Sirip Kuning
Nama Lain            :Yellowfin Tuna, Allison Tuna, Ahi
Jenis          :Thunnus albacres
Ukuran      :Umumnya lebih dari 100 kg, maximum bisa mencapai 200 k
Karakter    :Petarung yang tangguh kedua setelah Tuna Sirip Biru dan hanya dikarenakan oleh ukurannya yang lebih kecil dibandingkan dengan Tuna Sirip Biru. Hidup di perairan yang bersuhu 17-31C
3)      Tuna Mata Besar
Nama Lain            : Bigeye Tuna
Jenis          : Thunnus obesus
Ukuran      : Umumnya 25-50 kg, kadang mencapai 150 kg
Karakter    : Ukuran Tuna yang baik dan perlawanan yang setara dengan ukurannya.
4)      Tuna Gigi Anjing
Nama Lain :Dogtooth Tuna, Scaleless Tuna, Peg tooth Tuna
Jenis          :Gymnosarda unicolor
Ukuran      :Umumnya berkisar 150 kg
Karakter    :Petarung yang tangguh dikedalaman laut yang biasanya memanfaatkan struktur gugusan karang untuk membuat jengkel pemancing.
5)      Tuna Sirip Panjang
Nama Lain :Albacore, Longfin Tuna
Jenis          :Thunnus alalunga
Ukuran      :Umum 5-25 kg, kadang mencapai 40 kg lebih
Karakter    :Dikenal karena kegigihannya, bahkan diantara keluarga Tuna yang tangguh sekalipun.
6)      Tuna Sirip Hitam
Nama Lain            :Blackfin Tuna, Bermuda Tuna, Football
Jenis          :Thunnus altanticus
Ukuran      :Umum 1-10 kg, kadang mencapai 20 kg lebih.
Karakter    :Terbaik diantara jenis ikan yang dipancing dengan piranti yang sekelas dengan berat ikan.
7)       Tuna Skipjack (Jenis Tongkol)
Nama Lain            :Skipjack Tuna, Oceanic Bonito, Arctic Bonito, Striped Tuna, Watermelon.
Jenis          :Katsuwonus pelamis
Ukuran      :Umum 1-5 kg, sering mencapai 7,5 kg lebih.
Karakter    :Petarung yang hebat untuk piranti ringan.
8)      Tuna Kecil (Jenis Tongkol)
Nama Lain            :Little Tunny, Blue Bonito, False Albacore, Little Tuna
Jenis          :Euthynnus alletteratus
Ukuran      :Umum 1-7,5 kg, sering mencapai 15 kg lebih.
Karakter    :Petarung yang hebat untuk piranti ringan.
9)       Bonito Atlantic (Jenis Tongkol)
Nama Lain            :Atlantic Bonito, Northern Bonito, Katonotel, Boston Mackerel
Jenis          :Sarda sarda
Ukuran      :Umum 2-5 kg, maximum bisa mencapai 10 kg.
Karakter    :Seperti Tuna lainnya, termasuk petarung yang hebat.
10)  Frigate Mackerel (Jenis Tongkol)
Nama Lain            :Bonito, Tinker Mackerel
Jenis          :Auxis thazard
Ukuran      :Merupakan yang terkecil diantara keluarga Tuna
Karakter    :Jika bermaksud memancingnya (biasanya sebagai umpan untuk ikan yang lebih besar), peralatan yang paling baik adalah piranti jenis Spinning dengan umpan jigging kecil.


  1. Kandungan Ikan Tuna
Ikan Tuna sangat bergizi dan merupakan sumber protein, niacin, selenium, triptofan. Ikan Tuna juga kaya akan besi, sodium, retinol, fosfor, kalium, lemak asam omega-3, magnesium, tiamin, vitamin B6.
E.     Pemanfaatan Ikan Tuna
Berikut manfaat-manfaat penting Ikan Tuna bagi kesehatan:
1)   Dapat menurunkan kadar trigliserida dan menjaganya tetap normal.
2)   Ikan Tuna meningkatkan kadar kolesterol HDL dan menjaga rasio yang baik antara HDL dan kolesterol berbahaya LDL.
3)   Ikan Tuna dapat mencegah penggumpalan darah di dalam arteri, menjaga irama jantung.
4)   Ikan Tuna mengurangi kemungkinan stroke dan serangan jantung.
5)   Kalium dan lemak esensial pada ikan ini sangat membantu dalam mengontrol tekanan darah.
6)   Omega-3 dan selenium dalam tuna membantu untuk detoksifikasi tubuh dan baik untuk hati.
7)   Asam lemak Omega-3 dalam ikan tuna dapat membantu mencegah rheumatoid arthritis.
8)   Omega-3 yang sangat banyak pada Ikan Tuna sangat baik untuk wanita pascamenopause dengan diabetes dan mengurangi aterosklerosis.
9)   Omega-3 pada ikan tuna dapat mencegah obesitas.
10)              Ikan tuna juga bermanfaat bagi penderita asma.
11)              Ikan tuna juga bermanfaa bagi penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.
12)              Omega-3 pada ikan tuna juga dapat melawan penyakit age-related macular degeneration (AMD).
13)              Tuna yang bermanfaat melawan penyakit Alzheimer.
14)              Ikan tuna juga baik untuk kesehatan kulit. Omega-3 pada ikan tuna memberikan perlindungan pada saluran pencernaan dan melawan kanker ovarium.
Ikan tuna juga dimanfaatkan untuk dijadikan berbagai olahan seperti baso, nugget, abon, makanan ringan, dan lain-lain.
F.      Tempat Penyebaran/Habitat Ikan Tuna
Habitat ikan tuna berada di lapisan atas dan tengah dari laut sampai kedalaman 1600 kaki atau lebih 500m. Adapun daerah penyebaran ikan tuna dilaut meliputi perairan Samudera Indonesia, Samudera Pasifik Tengah, hampir diseluruh perairan Indonesia terutama di perairan terbuka, termasuk bagian barat Sumatera, Selatan Jawa, Timur Sumatera, Laut Natuna, Selat Makassar, Laut Flores, Laut Sulawesi, dan Perairan Maluku. Persentase pemanfaatan ikan tuna di beberapa daerah adalah sebagai berikut:
1)      Samudera Hindia        : termanfaatkan 48,74 %
2)      Laut Sulawesi                         : termanfaatkan 87,54 %
3)      Laut Arafura               : termanfaatkan 67,93 %
4)       Laut Banda                : termanfaatkan 27,95 %
5)      Laut seram                  : termanfaatkan 35,17 %
G.    Teknik Budidaya
Cara membudidayakan ikan tuna adalah sebagai berikut :
1) Tentukan metode dan media budidaya ikan tuna yang akan digunakan. Apakah akan menggunakan keramba jaring apung atau jaring tancap, kolam tanah, kolam sistem tertutup atau resirkulasi. Ikan tuna biasanya dibudidayakan di jaring tancap, yaitu kolam dari jaring yang ditancapkan di dasar dengan jarak beberapa meter dari pantai. Tetapi budidaya ikan tuna dapat juga dilakukan di dalam kolam dengan sistem resirkulasi. Pada kolam dengan sistem resirkulasi tertutup, memungkinkan ikan tuna tidak dapat meloloskan diri dan budidaya tidak akan mencemari lingkungan luar dengan sampah, parasit dan penyakit. Salah satu kendala dari budidaya sistem resirkulasi ini adalah kebutuhan akan listrik dan biayanya yang tinggi.
2) Kumpulkan benih tuna dari alam. Pada budidaya ikan tuna umumnya benih ikan tuna yang akan dipelihara diperoleh dari penangkapan di alam, yang kemudian dibesarkan di kolam budidaya dengan tujuan untuk meningkatkan kandungan “lemak”nya (di Jepang disebut "toro") untuk membuat ikan tuna menjadi lebih lezat. Untuk sementara hanya jenis tuna sirip biru yang benihnya berasal dari induk yang dipelihara di kolam penangkaran. Sudah banyak kemajuan dalam pengembangan budidaya tuna sirip biru secara penuh, tetapi biaya produksi untuk budidaya ikan ini masih sangat tinggi.
3) Pemberian pakan tuna. Budidaya ikan tuna yang layak membutuhkan sekitar 2.000 bibit ikan setiap periode budidaya, dan ikan-ikan ini mengkonsumsi beberapa ton pakan. Ikan tuna adalah jenis ikan karnivora dan memakan ikan jenis lainnya, umumnya jenis ikan pilchard, ikan haring dan ikan teri (anchovy). Ikan-ikan jenis ini memiliki kandungan lemak yang tinggi.
4) Panen Ikan Tuna. Panen ikan tuna biasanya dilakukan dengan cara pekerja panen turun ke dalam keramba jaring tancap dan melemparkan ikan-ikan yang tertangkap ke dalam perahu kecil yang disediakan, sampai ikan di kolam tersisa sedikit dan sulit untuk ditangkap. Pekerja panen yang berada di tepi kolam kemudian memanen sisa ikan tuna secara konvensional menggunakan pancing (rawai tuna).























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Ikan tuna adalah jenis ikan air asin famili Scombridae dan genus Thunnus, dan salah satu ikan paling populer di dunia. Tuna juga merupakan jenis ikan yang senang melanglang buana. Secara bergerombol, ribuan ikan tuna sirip biru selatan (southern blue fin tuna), misalnya, bisa berpindah dari Samudera Hindia ke sebelah barat Benua Australia hingga Samudera Selatan dekat Kutub. Jarak ribuan kilometer itu ditempuh dengan kecepatan tinggi sehingga jenis ikan pelagis ini tergolong sulit ditangkap.
Ikan ini juga sering dikalengkan dan menjadi makanan populer dan sangat bergizi, tapi tetap saja ikan Tuna segar jauh lebih bergizi dan kaya asam lemak Omega-3 daripada ikan tuna kalengan. Ciri-ciri ikan tuna yaitu dagingnya lunak, berlemak tinggi, tekstur baik, berlapis dan empuk, banyak asam amino histidin—histamin  oleh bakteri Proteus morganii, umumnya badan ikan tuna tampak padat, silindris panjang, mulutnya cukup lebar, posisinya terletak di muka sedikit di bawah matanya, mempunyai gigi kecil dan runcing dan bermata lebar mempunyai dua sirip dorsal yang berdekatan, di belakang sirip dorsal yang kedua sampai ekornya terdapat 8–9 sirip-sirip kecil, sirip-sirip demikian juga terdapat antara sirip anal dan ekornya pada bagian bawah badan.  
Ikan tuna merupakan salah satu sumber baku bagi suatu perekonomian Indonesia yang memegang peranan yang sangat penting, mengingat potensi sumber daya ikan tuna diperairan Indonesia tersedia cukup besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Komoditas ikan tuna dan produk-produknya mempunyai keunggulan komparatif di pasar lokal maupun internasional. Menurut data tangkapan ikan tuna di Asosiasi Tuna Longline Indonesia (ATLI), hasil tangkapan ikan tuna sepanjang kuartal 1-2011 hanya  mencapai 520 ton. Hasil ini lebih rendah 37,5% ketimbang hasil tangkapan di kuartal 1-2010 sebanyak 832 ton. Permintaan ikan tuna terus meningkat sepanjang 2002-2008 terutama di Uni Eropa dan Amerika Serikat. Ikan tuna juga dimanfaatkan untuk dijadikan berbagai olahan seperti baso, nugget, abon, makanan ringan, dan lain-lain.


  1. Saran
Dalam menangani masalah tuna, semoga pemerintah Indonesia semakin meningkatkan peraturan kepada para penangkap ikan agar mereka melakukan penangkapan ikan tidak berlebihan (overfishing) dan lebih mengutamakan penjualan ikan kepada pengusaha lokal daripada mengekspor ke luar negeri seperti Filipina dan Thailand. Sebaiknya pemerintah juga mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kandungan dan manfaat tuna agar konsumen tuna dari warga lokal bertambah, serta meningkatkan produksi olahan dari ikan tuna oleh nelayan tersebut sehingga dapat meningkatkan pendapatan. Disamping perlunya pemerintah dalam memberikan arahan dan meningkatkan peralatan yang diperlukan baik dalam penangkapan ataupun pembudidayaan ikan tuna.























DAFTAR PUSTAKA
All about me. 18 September 2012. Usaha Penangkapan Tuna di Indonesia. http://blog.ub.ac.id (diakses 01 Desember 2012)
Cahyono, Adhi. 30 Januari 2008. Wordtuna: deskripsi tuna. http://wordtuna.blogspot.com (diakses 30 November 2012)
Exact Sciences. Morfologi Ikan Tuna. http://id.shvoong.com (diakses 01 Desember 2012)
Fahmi, Muhammad DZul. 03 Februari 2012. Fish: ikan tuna. http://abangdzul.blogspot.com/  (diakses 30 November 2012)
Fiqrin. Teknologi Penangkapan Ikan Tuna. http://fiqrin.wordpress.com (diakses 30 November 2012)
Mahasiswa Teknik Industri Universitas Mercubuana. Mei 2012. Budidyaya Ikan Tunahttp://kuliah-ikan.blogspot.com/2012/05/budidaya-ikan-tuna.html (diakses 30 November 2012)
 http://www.senengmancing.blogspot.com/
 http://ikanlautindonesia.blogspot.com/2010/08/petaka-birahi-ikan-tuna.html
ikanmania.wordpress.com/…/pembenihan-ikan-tuna-sirip-kuning-thunnus-albacares     ikanlautindonesia.blogspot.com/…/petaka-birahi-ikan-tuna.html
http:// arsipberita.com/arsip/budidaya-ikan-tuna.html – Tembolok
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar